Tuesday, 1 July 2014

Puasa di Mata Pemain Muslim di Piala Dunia

Bulan Ramadan telah tiba dan Piala Dunia masih berlanjut. Hal yang menarik adalah bagaimana para pemain muslim yang sedang berlaga di Piala Dunia menghadapi situasi ini?

Di babak 16 besar, ada Aljazair, Nigeria dan Prancis yang memiliki pemain muslim. Berikut beberapa komentar dari para pemain muslim tersebut.

"Kita perlu mendiskusikannya di antara kami sendiri. Sudah jelas bahwa agama kita sangat penting bagi tim, jadi kita akan berbicara tentang hal itu dan melihat bagaimana untuk maju," kata pemain Aljazair Djamel Mesbah.

Kapten tim Aljazair Madjid Bouguerra mengatakan bahwa itu adalah sebuah tantangan pemain Muslim di klub-klub Eropa. Dan dia pernah mengalaminya ketika ia bermain untuk Glasgow Rangers, di mana ia tetap berpuasa, tapi tetap mampu menjaga peformanya.

"Hal yang paling sulit adalah dehidrasi, tapi itu tidak masalah, cuaca baik di sini. Beberapa pemain akan menunda puasa mereka di lain waktu, namun tergantung pada kondisi fisik saya, saya pikir saya akan melakukannya (berpuasa)," ujarnya.

Mayoritas skuat Aljazair beragama Islam. Mohammed Mekerkab, kepala asosiasi ulama Aljazair mengatakan puasa merupakan hal yang penting dan wajib dijalankan meskipun berlaga di Piala Dunia.

"Hal ini tidak diperbolehkan untuk pemain Aljazair untuk menghindari puasa hanya untuk permainan - mereka harus berpuasa karena Allah beserta orang-orang yang berpuasa dan orang-orang muda yang berpuasa dan bisa bermain pada saat yang sama," kata Mohammed Mekerkab.

Bacary Sagna, pemain Muslim di skuad Prancis memilih untuk tidak berpuasa untuk menjaga performanya.

"Sebagai seorang Musim, saya tahu ada kewajiban-kewajiban yang tak boleh dilewatkan. Namun, saya pribadi akan melewatkan yang satu ini (kewajiban puasa)," katanya.

Dr Hakim Chalabi, dokter spesialis olahraga Aljazair mengatakan bahwa memang ada risiko pemain mengalami dehidrasi dan cedera. Namun berdasarkan catatannya, meskipun para pemain berpuasa justru para pemain tetap bermain total.

"Kami sering diminta untuk mendesak pemain tidak berpuasa, tapi anehnya, dalam beberapa kasus, ada atlet yang mendapatkan hasil yang lebih baik selama bulan Ramadan karena mereka berpuasa dan mereka niat. Ini bisa menjadi bantuan spiritual dan psikologis," ujar Chalabi.


No comments:

Post a Comment